Jumat, 02 Maret 2012

Sejarah Singkat Perekonomian Amerika Serikat


Awal Perkembangan Amerika
Pembentukan koloni di Amerika Serikat dimulai dengan merapatnya kapal Mayflower dari Inggris. Pada masa itu terjadi migrasi kaum Puritan dari Inggris ke Eropa dan Amerika. Pencetus ide migrasi ke Amerika adalah William Laud. Kaum Puritan tersebut mendirikan koloni di New England yang disebut dengan ‘the holy commonwealth’, dan koloni tersebut berkembang pesat. Pada tahun 1640 kaum Puritan di New England telah mendirikan 35 gereja.
The Cambridge Platform (1648) menandai dominasi kaum Puritan dalam segi kehidupan di New England. Perkembangan Puritanism diperlambat dengan ekspansi oleh New England (pembukaan beberapa koloni baru di New England). Masyarakat koloni baru tersebut makin beragam dan memiliki corak yang resourceful, secular (sekuler), dan mampu bertahan dalam lingkungan yang sulit. Pada tahun 1692, sebuah piagam di Massachusetts menyatakan tentang perubahan dari theocratic menjadi political, secular state dan hak pilih dikeluarkan dari kualifikasi keagamaan. Beberapa tokoh Puritanism di New England antara lain Thomas Hooker, John Cotton, Roger Williams, Increase Mather, dan Cotton Mather.
Pada abad ke-17, pengaruh politik Puritanism mulai menghilang. Akan tetapi, karakteristik dan kemampuan masyarakat Puritan tetap melekat dan berpengaruh dalam masyarakat Amerika. Beberapa karaskteristik kaum Puritan yang mampu mendorong kesuksesan ekonomi adalah, antara lain, kepercayaan diri (self reliance), hemat (frugality), industri dan energi. Karakteristik tersebut nantinya akan berpengaruh pada kehidupan sosial-ekonomi modern. Minat tinggi kaum Puritan terhadap masalah pendidikan merupakan hal yang penting dalam perkembangan Amerika Serikat, serta ide kaum Puritan tentang perkumpulan demokrasi gereja menjadi cikal bakal perkembangan demokrasi modern.
Pemikiran Ekonomi Amerika
Latar Belakang
Pengaruh pemikiran ekonomi Inggris di Amerika yang kental telah memberi corak kapitalis pada perekonomian Amerika. Selain itu, berbagai peristiwa yang telah dilalui Amerika Serikat memberi warna tersendiri dalam perkembangan perekonomiannya. Peristiwa itu antara lain perekonomian yang terjadi saat Amerika Serikat masih berupa daerah-daerah koloni (colonial economy), awal dari kapitalisme modern, perjuangan kemerdekaan, Civil War (Perang Sipil), pertumbuhan pesat pasar domestik, dan ekspansi ke wilayah-wilayah baru.
Pemikiran ekonomi awal di Amerika tidak menunjukkan suatu kekhasan dari suatu pemikiran. Beberapa pemikiran tersebut mengulas tentang masalah-masalah umum atau perdebatan ekonomi yang ada di Inggris dan Perancis. Tetapi tidak seluruhnya demikian, Roger Williams mengemukakan prinsip ‘corporate freedom’ yang memadukan antara keinginan pemilik (divine commands) dengan kepentingan perdagangan (needs of commerce). William Penn, salah satu relasi Sir William Petty, menganalisis hubungan antara ekonomi koloni dan kota (metropole). Pada masa ini, Penn dengan beberapa pemikir lainnya mencetuskan pemikiran yang disebut sebagai recurrent leitmotiv: reformasi moneter, kepercayaan pada kredit dan uang kertas.
Benjamin Franklin (1706-1790) merupakan salah satu pemikir politik ekonomi meskipun tidak dapat disebut sebagai ekonom murni. Franklin lebih terkenal dengan pandangan dan pemikirannya dalam masalah politik. Buku pertamanya yang diterbitkan ketika dia berusia 23 tahun, A Modest Inquiry into the Nature and Nacessity of Paper Currency, memuat pernyataannnya tentang value (nilai) yang hampir mirip dengan pernyataan Petty dalam Treatise.
Buku lainnya, Observations Concerning the Increase of Mankind (1751), Franklin bergabung dengan penulis-penulis lain yang mencoba mengantisipasi pandangan atau teori Malthus tentang pertumbuhan. Franklin menulis beberapa tulisan ekonomi dalam beragam topik. Keseluruhan tulisannya menggambarkan bahwa Franklin adalah orang yang cerdas dan pragmatis.
Pada masa Post-Revolutionary terjadi kesulitan fiskal dan moneter yang membuat Confederation (Konfederasi) melakukan berbagi diskusi dan pencetakan sumber-sumber bacaan tentang masalah ini. Alexander Hamilton dan Albert Gallatin adalah dua penulis yang terkenal pada masa itu. Mereka berdua adalah sekretaris keuangan Thomas Jefferson. Sedangkan Thomas Jefferson sebagai ahli sosial-politik hanya sedikit mengulas tentang masalah ekonomi.
Diperlukan waktu tiga dekade untuk memunculkan masalah ekonomi sebagai salah satu isu utama. Revolusi industri di Inggris yang mengacu pada perekonomian Klasik Smith, Say dan Ricardo pada awalnya tidak begitu diminati. Hingga pada tahun 1830 negara bagian Atlantik mulai mengembangkan sektor industri dan pembukaan daerah Barat, studi tentang politik ekonomi mulai diperkenalkan dan diajarkan di tingkat menengah umum dan universitas.
Pemikir ekonomi Amerika antara lain: John Rae, melalui bukunya, Statesment of Some New Principles on the Subject of Political Economy, etc. (1834), dia menolak doktrin free trade ‘perdagangan bebas’ dalam Wealth of Nations ‘Negara-Negara Persemakmuran’ dan aspek sosiologi dari teori kapital.
Henry C. Carey (1793-1879) seorang penganut paham Klasik dan free trader pada akhirnya nanti seperti Fitche dan List, akan mengubah pandangannya tentang perekonomian. Dalam Principles of Political Economy dan beberapa tulisannya menyatakan tentang labor theory of value dan kepercayaannya tentang kemungkinan terjadi penambahan posisi dalam kelas pekerja. Carey dapat juga disebut sebagai salah satu penemu ‘nationalist school’ yang mengenalkan tentang proteksi, dengan proteksi akan menjadi bagian penting dalam perkembangan Amerika.
Akhir Civil War ‘Perang Sipil’ sangat berpengaruh terhadap perkembangan pemikiran ekonomi Amerika Serikat. Minat untuk mempelajari ilmu ekonomi makin tinggi, berbagai bacaan tentang ekonomi diterbitkan dan peningkatan ahli-ahli di bidang ekonomi semakin ditingkatkan. Revolusi Amerika yang kedua yaitu makin meluasnya industri manufaktur dan perkembangan kapitalisme modern.
Dua hal tersebut menciptakan kelas buruh, peningkatan pasar dalam negeri, dan percepatan pembangunan di wilayah Barat (West). Masa yang pernah juga melanda Eropa pada beberapa periode. Seluruh keadaan itu makin mendorong aktivitas perekonomian pemerintah dan masalah pengambilan kebijakan ekonomi.
Marginalist School
Tokoh yang terkenal dari aliran ini adalah John Bates Clark (1847-1938). Clark menjelaskan tentang prinsip marginal utility ‘utilitas marginal’ dan aplikasinya dalam masalah produksi dan distribusi. Clark menghabiskan waktu dua tahun di Jerman dan menjadi murid dari Roscher dan Knies, yang kemudian teologi dan etika mewarnai tulisan-tulisan Clark selanjutnya.
Tahun 1877 dan 1882 Clark menulis artikel berseri untuk New Englander, tulisan tersebut kemudian direvisi dan diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul The Philosophy of Wealth. Buku ini mencantumkan formulasi tentang prinsip marginal utility ‘utilitas marginal’ dan ketidaksetujuannya terhadap politik ekonomi klasik. Hal yang ditentang Clark dalam politik ekonomi klasik yaitu dengan mengenalkan tentang social value ‘nilai sosial’ dalam suatu prinsip ekonomi, jadi bukan hanya prinsip kemakmuran yang dicapai dalam ekonomi.

Lauwrens




www.lintas-copas.blogspot.com