Senin, 16 Juli 2012

'Manusia Purba' Sangiran Dipamerkan di Mal Jakarta


"Kami ingin menghilangkan kesan museum yang remang-remang".

Homo erectus, nenek moyang homo sapiens
Homo erectus, nenek moyang homo sapiens (dailymail.co.uk)
Situs Purbakala Sangiran menggelar pameran di Jakarta. Pameran diselenggarakan pada 14-18 November 2012 mendatang, di pusat perbelanjaan.

Situs purbakala yang mengkoleksi fosil-fosil manusia purba yang berada di Karanganyar Jawa Tengah ini hendak mengubah konsep museum yang dicap sepi dan gelap, menjadi museum yang modern.

Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Harry Widianto mengungkapkan bahwa pameran manusia purba ini diselenggarakan untuk mendekatkan manusia modern dengan manusia purba.

"Kami ingin menghilangkan kesan museum yang remang-remang, tumpukan barang kuno, tidak menarik. Kami ingin ciptakan kesan yang menyenangkan dan modern standar internasional," kata Harry di Atrium Mal Kota Casablanca, Jakarta Selatan, Rabu malam, 14 November 2012.

Harry berharap warga di luar kota Sangiran dapat melihat 'nenek moyang' manusia di Jakarta. "Jika Anda tak datang ke Sangiran, maka Sangiran-lah yang akan mendatangi Anda. Kami akan menjeput bola sehingga masyarakat dekat," ungkap dia.

Dalam pameran kali ini, sebanyak 30 koleksi fosil manusia purba dan hewan turut dipamerkan. Di antaranya kerangka manusia purba Australopithecus africanus, Homo habilis, Homo erectus, Homo sapiens, manusia Liang bua, Manusia Trinil, Semedo (fosil manusia Homo erectus. Ada juga fosil hewan seperti Molusca, fosil Gading Gajah Purba, dan fosil Crocolidus.

Penyelenggara juga menyediakan layar besar serta bangku untuk menyaksikan video tentang evolusi manusia purba. "Ada 3-4 video yang bisa kita saksikan, bisa berganti dengan cerita yang berlainan. Durasi bisa 15-20 menit," jelas Harry.

Selain di Jakarta, penyelenggara juga akan mengadakan pameran di Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Denpasar. "Semua dimasukan dalam box, tidak akan hancur karena sudah diawetkan dengan mineral sehingga tidak hancur," ujarnya.
Bayu Galih, Nur Eka Sukmawati 


www.lintas-copas.blogspot.com