Senin, 13 Agustus 2012

MANUSIA DICIPTAKAN DARI TANAH PLANET BUMI


Karya : Agus Mustofa.
Ada ayat, yang menurut saya agak unik bunyinya, tentang penciptaan manusia. setidak-tidaknya kurang lajim dan jarang kita dengar disampaikan oleh para Ulama. Ayat itu menceritakan bahwa Allah menciptakan manusia dengan cara menumbuhkan' dari Bumi.

Kata 'Menumbuhkan" itulah yang agak aneh kedengaran telinga kita, karena manusia bukanlah tumbuh-tumbuhan, yg secara jelas kita lihat memang ditumbuhkan Allah dari Bumi. Bagaimana memahaminya..??

QS. NUH (71): 14-18.

" Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kalian dalam beberapa tingkatan kejadian tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh lapis langit bertingkat-tingkat"

"Dan Allah menciptakan padanya Bulan sebagai Cahaya dan menjadikan Matahari sbagai pelita." (16)

"Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah Bumi dengan sebaik-baiknya" (17)

"Kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (dari padanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya." (18)

Di ayat-ayat ini Allah menginformasikan proses penciptaan manusia secara kolektif, karena istilah yang di gunakan adalah jamak (KUM- kalian), bukan tunggal (ka-kamu).

ada tiga informasi penting di dalamnya, terkait dengan pembahasan kita kali ini.

yang pertama, Allah menegaskan bahwa manusia di ciptakan melalul tingkatan-tingkatan tertentu. tahapan-tahapan yang semakin sempurna. yang kemudian diibaratkan dng penciptaan langit yg juga bertingkat-tingkat.

yang kedua, Allah secara eksplisit menyebut penciptaan manusia dengan cara menumbuhkan dari tanah Bumi (anbatakul minal ardh). bandingkan dengan ayat-ayat yang menceritakan Allah menumbuhkan tanam-tanaman dari tanah bumi.

QS.An- Nahl (16) : 11

"Dia Menumbuhkan (yunbitu) kamu dgn air hujan itu tanam-tanaman ; zaitun, korma, anggur, dan segala macam buah-buahan. sesungguhnya pada yg demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yg memikirkan."

yang ketiga, Allah menegaskan bahwa suatu ketika nanti manusia akan di kembalikan ke asalnya, yaitu tanah Bumi, dan setelah itu di bangkitkan lagi, juga dari tanah Bumi.

Ayat-ayat tersebut menarik karena memberikan gambaran yg luas tentang asal-muasal manusia. bahwa manusia ini berasal dari tanah Bumi, bukan dari tanah planet-planet yg lain di alam semesta ini. karena itu adalah sangat jelas, bahwa manusia sejak awal memang di ciptakan di planet ini. Dan bahan dasar tubuhnya pun diambil dari tanah planet ini.

maka kita tidak perlu lagi bersusah payah membuat penafsiran bahwa manusia ini diciptakan diangkasa luar. kemudian dikirim ke bumi, dan berkembang biak disini.

yang kedua manusia ini benar-benar di buat dari bahan asli Bumi secara bertahap dan bertingkat-tingkat. bahwa manusia diciptakan dari tanah keras yang berproses menjadi tanah gembur alias TOPSOIL. dimana ditanah itulah seluruh bahan-bahan tubuh kita berada.

Lantas bagaimana cara Allah menciptakan manusia ? Allah menjelaskan dalam ayat diatas : dengan cara menumbuhkannya dari Bumi, Wah... berarti seperti tanaman Gitu...???

Begitulah proses penciptaan manusia, ternyata melewati fase tanaman, itulah makna ayat-ayat diatas, bahwa Allah menciptakan kita bertahap, kejadian demi kejadian. dan kemudian menumbuhkan kita dari dalam tanah dgn sebaik-baiknya.

Ayat ini melengkapi penjelasan diatas, Dia telah menciptakan kita dari tanah Bumi, kemudian kita jadi berkembangbiak, dan menjadi pemakmurnya.

QS, HUUD (11) 61.
"Dan kepada Tsamud (kami utus) saudara mereka Saleh. ia berkata " Hai kaumku, sembahlah Allah, sekai-kali tiada bagimu Tuhan selain Dia, dia telah menciptakan kamu dari tana bumi (Ardh) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohon ampunNya, kemudian bertobatlah kepadaNya, sesungguhnya Tuhan amat dekat (Rahmatnya) lagi memperkenankan (do'a hambaNya).

QS, Ar-Ruum (30) 20.
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah (tura:)
kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) spesies manusia (basyar) yg berkembangbiak.

Jika diayat sebelumnya Allah menggunakan kata Ardh alias tanah Bumi,maka dalam ayat diatas Allah menggunakan kata TURAB (topsoil) sebagai kualitas terbaik unsur tanah, kemudian munculah spesies manusia yg berkembangbiak.

jadi kualitas tanah yg paling dekat dengan munculnya spesies manusia adalah TURAB (tanah gembur-tofsoil) Bukan THIIN (tanah keras), bukan SHALSHAL (tanah liat), bukan juga HAMAA-IN (lumpur-hitam) ataupun SHALSHALIN KALFAKHKHAR (tanah tembikar).

karena itu, ketika bercerita ttg penciptaan Adam dan Isa secara lebih spesifik Allah menggunakan kata TURAB.

QS. Ali- Imran (3) : 59
" sesungguhnya masalah (penciptaan) 'Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam, Allah menciptakan Adam dari tana Gembur (tura:). kemudian Allah berfirman kepadanya " JADILAH" maka jadilah dia."

Adam mewakili generasi awal manusia modern, dan Isa mewakili generasi manusia mukhtahir, keduannya diciptakan dari TURAB kemudian Allah mengatakan KUN FAYAKUN. maka jadilah mereka.

Kata KUN FAYAKUN inilah yang sering difahami secara keliru oleh kebanyakan kita, seakan-akan semua ciptaan Allah tdk melalui proses. langsung jadi, padahal semua berproses berdasarkan SUNATULLAH, karena memang demikianlah yg dikehendaki olehNya.

Wallaualam Bissawab

www.lintas-copas.blogspot.com