Rabu, 19 September 2012

Al Quran Bergambar dari Abad Pertama Hijriah


Seperti yang umum kita ketahui, tidak ada al quran yang bergambar. Banyak al quran yang pinggir-pinggirnya dihiasi motif-motif geometrik yang indah berwarna-warni, tapi tidak ada yang dihiasi ilustrasi.



Tapi ternyata ada satu buah quran yang bergambar, yaitu yang disebut dengan Quran Umayah Agung yang ditemukan di Mesjid Agung Sana’a

.





(a)


Gambar dari sini

Codex ini yang sampai sekarang merupakan quran yang paling banyak dipelajari di dunia ternyata dibawa dari Syiria ke Sana’a ketika Mesjid Agung Sana’a diperluas.




Quran ini merupakan quran tertua berhuruf kufic (bergaya Kuffah). Jenis huruf yang lain adalah hijazi, seperti pada codex sana’a DAM 01-27.1. Hampir berbentuk persegi jenis huruf dalam quran ini merupakan jalan tengah dari bentuk vertikal huruf hijazi dan bentuk horisontal yang nantinya akan menjadi dominan dua abad kemudian. Kaligrafinya sangat luarbiasa dengan pena kaligrafi yang lebar sehingga bisa menggambar garis halus sampai garis tebal.





(b)



Al Quran ini diperkirakan Hans-Caspar Graf von Bothmer berasal dari abad pertama hijriah, sekitar tahun 700-715 dari masa pemerintahan Kalifah al Walid dari Bani Umayah. Penanggalan dengan radiokarbon memperkirakan quran ini berumur lebih tua lagi yaitu dari tahun 657-690. Tapi penentuan usia dengan radiokarbon ini digugat sejarawan lain karena kisarannya yang sangat luas, sampai 100 tahunan, sehingga pendekatan melalui ilmu tulisan kuno (paleografi) lebih masuk akal. Bloom mengatakan dari jenis huruf manuskrip ini kemungkinan berasal dari abad ke 9.





(c)


Manuskrip ini sangat unik karena punya beberapa lembar yang digambar penuh sehalaman. Terdapat gambar yang mewakili surga berdasarkan cosmogram; yaitu motif klasik bentukan lingkaran dan segi delapan, dibaliknya gambar mesjid (a), halaman selanjutnya juga gambar mesjid (b), dibaliknya baru surat pertama al fatihah (d).

Pelukis menggambar mesjid ini dengan kombinasi unik denah mesjid (floor plan) dan elevasi untuk menunjukkan fitur utama bangunan yaitu tiga bagian ruang shalat, dua tingkat yang digambar paralel dengan dinding kiblat, dan ruang aksial yang memotong bagian-bagian ini mulai dari pintu utama hingga ke mihrab (gambar (b)).


Dibagian atas terdapat gambar pohon-pohonan berdaun dan berbuah. Barangkali ini menggambarkan halaman mesjid yang hijau dengan taman indah atau menggambarkan surga.





(d)
Detil penting lain dibuat cukup mendetil dan memperlihatkan ketrampilan menggambar yang masa berikutnya hilang seperti gambar mimbar dihadapan mihrab, lampu mesjid yang menggunakan rantai panjang, tempat wudhu diantara tangga monumental bahkan menara dengan tangga didalamnya. Kedua denah mesjid ini dan model halaman depan di folio berikutnya berhubungan erat dengan proyek arsitektur Al Walid. Teknik-teknik canggih ini memperlihatkan bahwa naskah ini dibuat ditempat yang punya tradisi panjang pembuatan buku. Fitur tertentu dari manuskrip dan ikonografi memperlihatkan kemungkinan bahwa karya ini dibuat untuk al Walid atas perintahnya.





(e)
Jika gambar mesjid ini tidak satu lembar dengan teks qurannya, hubungan gambar dengan quran ini pasti diragukan. Ini merupakan satu-satunya quran yang menggunakan ilustrasi yang pernah diketahui dan sangat unik diantara manuskrip-manuskrip yang ada. Ukuran codex ini 51×47cm, hanya ada 25 folio dari seharusnya 520 folio, dan sekarang disimpan di Darul Makhtutat Sana’a, Yaman.

Mita
Islamic-awareness



www.lintas-copas.blogspot.com