Rabu, 17 Oktober 2012

'Fosil' Bima Sakti Ungkap Asal Mula Warna Galaksi

Headline
Ujung luar Bima Sakti menjadi tempat astronom mempelajari fosil galaktik, bintang kuno yang terbentuk saat galaksi Bima Sakti masih berusia sangat muda. Rahasia baru pun terkuak.

Teka- teki mengapa bintang-bintang ini sangat kaya emas, platina dan uranium kini berhasil dipecahkan ilmuwan. Saat bintang meledak, awan gas yang muncul terkondensasi dan membentuk bintang baru dan tiap ‘generasi’ bintang akan lebih kaya elemen kompleks seperti emas, platina dan uranium.

Bintang-bintang yang terbentuk di awal sejarah galaksi tak terlalu kaya besi berat ini. Namun bintang di galaksi Bima Sakti menunjukkan peningkatan jumlah emas besi berat lainnya.

"Dalam bintang primitif ini, jumlah elemen berat yang tak biasa bisa ditemui,” papar astrofisikawan Terese Hansen dari Astrophysics and Planetary Science di Niels Bohr Institute di University of Copenhagen.

Untuk mengetahui asal mula elemen berat ini, para peneliti mengikuti 17 bintang ‘abnormal’ ini selama empat tahun menggunakan Nordic Telescope di La Palma.

“Alasan bintang tua sangat kaya elemen berat dikarenakan supernova mengirim jet ke luar angkasa. Dalam ledakan supernova, elemen berat seperti emas, platina dan uranium terbentuk dan saat jet mencapai awan gas, bintang baru akan terbentuk dengan elemen berat yang sangat kaya,” tutupnya seperti dikutip DM.



www.lintas-copas.blogspot.com