Sabtu, 10 November 2012

Benarkah Terjadi Kemunduran Peradaban di Nusantara?






Ditemukannya situs berusia ribuan tahun di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, menunjukkan peradaban tinggi di Nusantara. Lalu mengapa saat ini seolah Barat memiliki peradaban yang jauh lebih tinggi dari Nusantara? Benarkah ada kemunduran peradaban di Nusantara?


Situs di Gunung Padang berbentuk punden berundak yang sulit dibantah kalau itu bukan piramida. Apalagi di situs tersebut ditemukan pasir halus yang menyerupai pasir yang ada di piramida Mesir.


Yang menarik, di situs tersebut, bangunannya memiliki struktur penahan gempa. Inilah yang menimbulkan pertanyaan, apakah sekitar 2500 SM sudah terjadi gempa di wilayah itu.

“Kalau dulu pernah ada peradaban yang demikian tinggi lalu apakah terjadi kemunduran? Kenapa? Apakah karena ada bencana besar atau apa?” ujar geolog LIPI, Danny Hilman.


Hal itu disampaikan dia dalam diskusi bertajuk ‘Menguak tabir peradaban dan bencana katastropik purba di nusantara untuk memperkuat karakter dan ketahanan nasional’di Gedung Krida Bakti, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (7/2/2012).

Danny mengatakan, bisa jadi di Nusantara yang ada di katulistiwa peradaban tinggi tengah berlangsung ribuan tahun lalu, sebelum Eropa. Sebab di zaman es, daerah yang paling nyaman ditinggali adalah katulistiwa.

Danny yang juga tergabung dalam Tim Studi Bencana Katastropik Purba belum menemukan apakah di sekitar situs itu pada zaman purba terjadi gempa bumi hebat. Hanya saja sekitar tahun 15000-8000 SM ada indikasi kenaikan muka air laut yang menyebabkan 3 banjir besar. Tim masih emenliti apakah banjir ini dikarenakan es yang mencair atau karena hal lain.

Sementara itu rekan Danny, Andang Bachtiar, mencurigai bencana alam menjadi penyebab peradaban di Nusantara tak berkembang lebih tinggi. Sebab setiap kali membangun, diterpa bencana hebat.“Peradaban hebat yang tersimpan dalam bangunan terkubur oleh bencana. Jadi selalu mulai dari nol. Sedangkan di Eropa teknologi terus maju, jikapun ada yang hancur itu karena perang,” tuturnya.Akibat bencana besar, bukan tidak mungkin di bawah suatu situs ada situs lain yang umurnya jauh lebih tua.“Kalau dibilang ada harta karun di Gunung Padang, di Sadahurip, itu betul. Harta karunnya ya ilmu pengetahuan,” ucap Andang.Nurvita Indarini

(nvt/did)



www.lintas-copas.blogspot.com