Rabu, 07 November 2012

Bukan Pencarian Piramida dan Harta Karun

Dengan melakukan penelitian di Sadahurip, banyak yang mengira tim mencari piramida.

Gunung Sadahurip, Garut. (VIVAnews/ Ahmad Rizaluddin)

Banyak perdebatan seputar penelitian yang dilakukan Tim Bencana Katastropik Purba, yang difasilitasi Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief. Banyak yang salah sangka dengan mengira tim itu mencari piramida, bahkan harta karun.

Anggota tim yang juga Ahli Gempa dari LIPI, Danny Hilman, kemudian menjelaskan bahwa tim ini terbentuk untuk mengetahui siklus bencana, yang juga terjadi di masa lalu. Karena itu sebuah kewajaran jika kemudian tim peneliti ini juga melakukan penelitian terhadap peradaban kuno, yang diduga banyak yang ikut terhempas bencana.

Danny menuturkan, tim berusaha meneliti keterkaitan bencana dan peradaban. Mulai dari meneliti kemungkinan musnahnya suatu peradaban karena bencana, hingga mencari tahu kearifan lokal masyarakat masa lalu dalam menghadapi bencana.

"Peradaban berkembang pelan-pelan. Tapi kemudian ada yang dihajar bencana," ucap Danny Hilman.

Sejumlah pembabakan sejarah di Indonesia kemudian memunculkan sejumlah kecurigaan. MIsalnya saja peristiwa tsunami yang terjadi di sekitar tahun 1390-an dan 1450-an.

"Saat itu ada istilah 'Ieu Beuna' yang berarti air bah besar. Mungkin juga bencana yang menyebabkan terputusnya sejarah Pasai dan Kerajaan (pimpinan) Iskandar Muda," ucap Danny Hilman.

Selain itu, Danny melanjutkan, di Aceh pun belum diketahui mengenai hilangnya kerajaan kuno dari masa Pra-Islam.

Danny memberikan contoh lain, peninggalan dari situs Batujaya di Karawang kemungkinan terkait peristiwa letusan Krakatau Purba yang terjadi tahun 416. Ada kemungkinan peradaban di Batujaya 'menghilang' akibat letusan dan tsunami purba. "Karena ditemukan pasir pantai di bawah candi-candi Batujaya," ucap Danny.

Tim Bencana Katastropik Purba percaya bahwa peradaban Indonesia di masa lalu terbilang tinggi. Bahkan, mengutip Raffles, kerajaan-kerajaan di Sumatra dan Jawa merupakan kemunduran dari kejayaan dari masa sebelumnya.

"Raffles mengatakan 'Masyarakat Sumatra, seperti halnya di Jawa, sedang mengalami kemunduran yang terus menerus dari masa kejayaan para leluhurnya yang gilang gemilang'," tutur Danny.

Karena itu tim membantah rumor yang menyebutkan penelitian ini dimaksudkan sebagai pencarian piramid, apalagi pencarian harta karun.

"Piramida, itu terlalu awal," kata anggota tim lain yang juga ahli geologi ITB, Andang Bachtiar.

""Bagaimana kami mendapatkan kearifan masa lalu, itulah harta karun bagi kami," lanjut Andang.
Bayugalihvivanews

www.lintas-copas.blogspot.com