Rabu, 07 November 2012

Kisah Candi Gebang

1328674563462240615

Bangunan candi seringkali menjadi saksi biksu kemegahan peradaban masa lalu. Seperti halnya sebuah cerita, candi memiliki kisah, latar belakang, konflik bahkan pesan moral yang ditampilkan di setiap bagiannya. Kemegahan dan indahnya cerita masa lalu ini tersebar di segala penjuru Nusantara. Salah satunya Candi Gebang, di Dusun Gebang, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.

Jika Anda ingin mengunjungi candi itu, Anda harus cukup sabar. Selain karena hanya ada satu papan penunjuk arah, jalanan menuju kesana belum terlalu mulus. Batu-batu berukuran sebesar genggaman tangan orang dewasa menyebar di jalan tanah yang turun naik. Lalu, beberapa puluh meter sebelum pintu masuk, jalanan konblok membentang sepanjang sekitar 20 meter. Bagi Anda yang membawa mobil harus rela berhenti di ujung jalan, lalu meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki.

Kisah mengenai candi ini berawal pada November 1936, ketika salah satu penduduk mencangkul tanah dan menemukan Arca Ganesha. Lalu, pada 1937 sampai 1939 Prof. Ir. F.R. Van Romondt memugar candi ini. Salah satu bukti pemugaran tampak dari puncak atap berbentuk Lingga Silinder. Arca Ganesha, Nandhiswara dan Yoni ada di relung sebelah barat, timur dan di sebelah kiri pintu masuk dan bilik candi. Dewa-dewa yang dipuja ada di dalam bilik utama. Keunikan lain dari candi ini ialah tak ada ada tangga, yang biasanya berbentuk batu berundak, untuk menghubungkan kaki candi dengan bilik utama. Tentu saja, keadaan ini menyulitkan pengunjung yang ingin menyaksikan dewa-dewa tersebut.

Tidak ada tangga masuk menuju bilik

Salah satu dugaan yang muncul menyebutkan bahwa Wangsa Sanjaya membangun candi ini bukan untuk dimasuki. Jadi, siapa saja yang ingin melihat dewa di dalam bilik harus menggunakan tangga kayu atau bambu.

Arca Ganesha duduk

Arca Ganesha di Candi Gebang mempunyai posisi duduk di atas sebuah yoni tersendiri di belakang dinding candi. Lalu, pada puncak candi bentuknya berbeda, bukan stupa atau ratna, melainkan lingga di atas bantalan berbentuk bunga seroja.

Candi Polos

Wangsa Sanjaya membangun Candi Gebang sekitar 730 – 800 M. Itu tampak dari bentuk dan arsitektur candi yang polos atau tanpa relief.

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke candi ini memang agak sulit untuk menemukan lokasinya karena tempatnya yang terpencil. Jika Anda merasa kesulitan, Anda bisa meminta diantarkan oleh pengojek di Pasar Condongcatur dengan biaya sekitar Rp.10.000,00. Sedangkan, tiket masuk kawasan candi ini relatif murah, hanya Rp.2000,- untuk dewasa dan Rp.1000,- untuk anak-anak.

Al. Indratno/Gudegnet



www.lintas-copas.blogspot.com