Rabu, 07 November 2012

Peneliti Tiba di Dasar Es Kutub Selatan

Misi ke penggalian Antartika di Danau Vostok sendiri sudah dimulai sejak tahun 1998 lalu.

Danau Vostok, danau di bawah lapisan es Antartika. (dailymail.co.uk)

Sekelompok ilmuwan Rusia di Antartika yang melakukan penggalian ke bagian dasar lapisan es di sana dan sempat kehilangan kontak selama satu minggu, akhirnya memberikan update terbaru terkait upaya yang mereka lakukan.

“Tim kami telah menghentikan penggalian di kedalaman 3.768 meter dan mencapai permukaan dari danau sub-glacial tersebut,” sebut salah satu juru bicara tim peneliti dan dikonfirmasi oleh perwakilan dari Federal Service for Hydrometeorology Rusia.

John Priscu, mikrobiolog dari Montana State University yang juga melakukan penggalian serupa berharap, Vostok dan sejumlah danau subglacial lain yang terkubur di bawah benua es itu menyediakan petunjuk terkait kehidupan ekstrim yang belum pernah diketahui sebelumnya.

“Jika mereka berhasil, upaya mereka akan mengubah cara kita melakukan penelitian di Antartika dan menyediakan pada kita cara pandang yang sama sekali baru terhadap apa yang ada di bawah lapisan es Antartika yang sangat luas tersebut,” kata Priscu, dikutip dari DailyMail, 7 Februari 2012.

Misi ke Danau Vostok sendiri merupakan upaya pertama yang dimulai sejak 1998 untuk mencapai jaringan yang terdiri dari 200-an danau subglacial di Antartika. Seperti diketahui, meski bagian atas danau tersebut merupakan lapisan es yang sangat tebal, tetapi bagian bawahnya tetap cair karena panas yang dikeluarkan oleh inti planet Bumi.

Jika Vostok didapati menampung mikroba, temuan ini akan memberikan dampak signifikan bagi astrobiologi dan upaya pencarian kehidupan di luar Bumi. Seperti diketahui, Europa, bulan milik Jupiter; dan Enceladus, bulan milik Saturnus; memiliki lapisan es tebal yang menyelimuti samudera air di bawahnya--sama seperti Danau Vostok.

Hilangnya kontak komunikasi antara tim penggali ke Danau Vostok – danau yang berukuran kurang lebih sama luas dengan Danau Ontario di Amerika Serikat – dengan rekan-rekan peneliti lain telah memunculkan kekhawatiran di kalangan ilmuwan karena musim dingin Antartika sudah hampir tiba.

“Tetapi, meski kami tidak mendapatkan kabar dari mereka, kami yakin bahwa mereka tidak berada dalam bahaya,” kata Priscu. “Mereka merupakan ilmuwan yang sangat ahli di bidangnya,” ucapnya.

Dailymail

www.lintas-copas.blogspot.com