Jumat, 28 Desember 2012

Bale Kambang, Mengintip Pemandian Istri Raja Yogyakarta

Memasuki komplek hotel Ambarrukmo Yogyakarta terlihat konsep bangunan unik pesanggrahan di sebelah selatan hotel. Bangunan yang dikelilingi oleh kolam air ini dikenal dengan nama bale kambang, karena bangunan tersebut seolah-olah dibuat mengambang diatas air.
Komplek pesanggrahan tersebut terdiri dari tiga bangunan utama yaitu pendopo, yang merupakan bangunan terbesar dan terbuka, kedua adalah dalem agung sebagai tempat tinggal, dan bale kambang.
Bale kambang merupakan bangunan yang didirikan pada tahun 1857 masa Kesultanan Sultan Hamengkubuwono VII. Pada masa itu bangunan tersebut digunakan untuk tempat pemandian istri-istri sultan.

“Konsep bangunan kuno bertiang kayu ini tetap dijaga keasliannya, karena sudah masuk menjadi cagar budaya Yogyakarta.” ujar Ambar Purwo Prawoto (66). Abdi Dalem Punokawan keraton yang bertugas sejak tahun 1985. Sebagai Abdi Dalem beliau bertugas untuk menjaga kelestarian bangunan pesanggrahan, termasuk bale kambang.
Patut disayangkan bangunan keputren pesangrahan yang harus dijaga tersebut, tergusur oleh pengembangan hotel. Meski begitu bangunan utama dan bale kambang masih tetap terawat, dan dapat digunakan dengan baik.

andri kambali

www.lintas-copas.blogspot.com