Rabu, 26 Desember 2012

Karl Marx Itu Sosialis Apa Komunis Sih?

Sosialis adalah paham dimana hal milik pribadi atau property serta pendistribusian kemakmuran dapat dikontrol secara bersama atau secara komunitas dan bukan oleh pribadi atau suatu kelompok saja. Dalam hal kenegaraan komunitas mengacu ke rakyat dan pribadi mengacu ke seseorang atau kelompok tertentu saja. Tentu saja paham ini tumbuh bagai jamur di musim hujan ketika industrialisasi di Eropa bergerak dengan cepat. Hal ini menimbulkan apa yang disebut “Working Class”, atau “Kelas Pekerja”. Kenyataannya mereka memang dipekerjakan oleh “majikannya” di lingkungan-lingkungan industri dimana para pekerja yang ironisnya dibayar murah ini dianggap sebagai faktor produksi, jadi tak ubahnya sama seperti mesin, karena mesin disebut faktor produksi dari suatu pabrik. Masyarakat pekerja ini makin miskin karena mereka cuma memiliki “badan” mereka untuk dipekerjakan, selain itu mereka tidak punya apa-apa untuk menjadikan diri mereka mempunyai modal (Kapital). Sementara alat-alat produksi atau modal (Kapital) dipunyai hanya oleh orang yang memperkerjakan mereka. Makanya golongan bermodal ini disebut Kapitalis. Penganut Sosialisme sejati pasti akan selalu berseberangan dengan penganut Kapitalisme sejati.

Ok, jika mengambil kata Sosialis sebagai rujukan sejarah maka orang-orang pertama yang menyebutnya adalah Pierre Leroux – Marrie Roch (1834)., keduanya dari Perancis dan Robert Owen (1771-1858, bapak Koperasi Modern) dari Inggris. Mereka adalah pemikir-pemikir yang pertama kali meng-kritisi (jadi belum menjadi suatu gerakan). Ada lagi pemikir-pemikir Inggris dan Perancis yang ber-experimen dengan fenomena sosial ini. Mereka adalah Louis Blanc, Charles Fourier, Pierre-Joseph Proudhon, Saint Simon dan Robert Owen sendiri. Mereka meng-kritisi Revolusi Industri (singkatnya ya, perubahan radikal dan besar-besaran akan industri di inggris, dari manual ke system mesin – sejak ditemukannya mesin uap) yang terjadi di Inggris. Mereka ini mencoba menuntut secara hukum untuk me-reform pembagian yang adil atas kemakmuran yang dihasilkan oleh industri dan hak untuk memiliki property pribadi.

Pada masa Karl Marx (1818-1883), dia menerbitkan “Communist Manifesto”. Singkatnya dalam bukunya ini Marx mengatakan bahwa Kapitalisme sebagai system ekonomi akan hancur dan harus digantikan oleh komunisme, seperti juga kapitalisme dulu menghancurkan Feodalisme, maka begitu juga Komunisme akan menghancurkan Kapitalisme lewat jalan revolusi Kaum Proletar (rakyat jelata).

Nah, pertanyaan yang menarik adalah, Komunisme itu apa? Ok, ini jawabannya. Dasar dari Komunisme adalah Sosialisme. Jadi Komunisme dibangun diatas fondasi atau dasar sebuah impian bernama Sosialisme. Ya… Sosialisme sifatnya adalah Utopia atau mimpi atau sekadar teori tanpa TINDAKAN. Sedangkan Komunisme yang didengungkan oleh Marx adalah Sosialisme yang BERTINDAK dan DIWUJUDKAN. Makanya setelah muncul Komunisme, kaum Sosialis disebut kaum Utopis atau Pemimpi. Sedangkan Komunisme Karl Marx jelas menyatakan bahwa dengan jalan revolusi sajalah kaum Proletar (kaum tanpa capital/modal) dapat merebut sumber-sumber dan faktor-faktor produksi sehingga mengakhiri era Kapitalisme dan menuju era hidup bersama dalam komunitas kemakmuran bersama.

Well…Jadi pertanyaan Marx itu komunis atau bukan terjawab sudah. Marx adalah Komunis. Sosialis itu jelas beda dengan komunis, karena Komunisme lahir dari Sosialisme dan dianggap bagian dari Sosialisme. Karena dari Sosialis lahirlah Komunisme. Jika Sosialisme adalah Teoritikal atau Utopia, maka Komunisme adalah Praktek atau Cara untuk Mewujudkan Sosialisme. Malah Marx sendiri terinspirasi oleh pemikiran-pemikiran dari Charles Fourier dan Pierre-Joseph Proudhon. Jadi… bukan berbeda malah saudara sekandung…. Saya ingat dengan apa yang pernah guru saya katakan pada saya, dia bilang bahwa Komunisme itu pola hidup dan praktek, sedangkan ide dasarnya adalah Sosialisme.

Nah nih….Supaya ngerti bahwa Sosialisme itu adalah sebatas ide bukan praktek resmi maka saya akan bercerita tentang seseorang, yaitu bapak bangsa kita, Soekarno. Soekarno sendiri adalah seorang Sosialis yang Nasionalis. Dia adalah pencetus Paham Marhaenisme. Apa itu Marhaenisme? Sosialis gaya Indonesia. Soekarno pada suatu kesempatan saat masih tinggal di Bandung dan Indonesia masih dijajah Belanda, berjalan-jalan di pedesaan. Dia bertemu seorang bapak petani, yang sedang pulang dari sawah. Setelah bercakap-cakap dengan petani itu, Soekarno menemukan kenyataan bahwa petani itu adalah petani sewaan atau bayaran yang dibayar perhari untuk menggarap sawah yang bahkan bukan miliknya alias milik orang lain. Cangkul, arit dan ketam yang dipanggul petani itu bahkan semuanya bukan milik petani itu, tapi milik si empunya sawah. Modal bapak petani itu hanya tubuh kurusnya yang hitam karena setiap hari berjemur di ladang. Soekarno tertarik. Di Indonesia tidak ada pabrik-pabrik. Tetapi kaum Proletar yang marjinal adalah seperti petani ini, yang tidak memiliki apa-apa kecuali tubuhnya untuk dipekerjakan. Tubuhnya bahkan dikuasai oleh si empunya sawah, dipaksa untuk bekerja terus diladangnya. Pemikiran inilah yang membuat kaum Kapitalis seperti penjajah Belanda harus dilawan.. Demikian pemikiran Soekarno yang akan mempengaruhi kepemimpinannya untuk Bangsa Indonesia. Terlebih ketika ia mengijinkan komunisme hidup di Indonesia. Nama petani itu menurut Soekarno adalah Marhaen. Soekarno memanggilnya “Kang Marhaen”. Perkenalannya dengan Kang Marhaen ini membuatnya menciptakan sendiri Sosialisme gaya Indonesia, gaya Soekarno. Soekarno seorang sosialis tetapi ia bukan Komunis. Karena Soekarno tidak meletakkan dasar Komunisme gaya Marx ke dalam gerakan Nasionalisme-nya.

Ketika Komunisme pertam kali didengungkan oleh Marx, banyak orang tertarik, ajaran-ajaran dan pemikiran Marx menjadi SANGAT laku di waktu itu. Kenapa …?? Karena situasi dunia pada waktu itu dipenuhi dengan kaum Kapitalis dan Inggris baru saja melakukan Revolusi Industri. Maka di negara-negara yang dipenuhi warga Proletar (Kelas Pekerja) seperti Inggris, Perancis dan Russia, ide-ide Karl Marx disambut dengan hangat. Marx bersama Engels adalah Bapak Komunis Dunia. Komunisme-nya dipakai oleh kaum Bolshevik yang tertindas di Russia dan berhasil menumbangkan Kerajaan Russia lewat jalan Revolusi, (Revolusi Oktober 1918) sama seperti yang ditulis oleh Marx. Lewat ide kemakmuran bersama dalam suatu komunitas inilah yang menjadi dasar ide pembentukan UNI SOVIET dan pencaplokan negara-negara Baltik seperti Estonia, Latvia dan Lithuania oleh Lenin pada 1940. Lewat UNI SOVIET inilah juga Komunisme pertama kalinya secara besar-besaran menjadi PAHAM NEGARA secara resmi dan diaplikasikan secara utuh ke dalam system kenegaraan. Komunisme menajdi snagat terkenal ke seluruh dunia karena di-counter oleh AS sebagai negara Kapitalis. Sejak itu muncullah Perang Dingin.

Sebagai idealisme atau utopia dan bukan TINDAKAN NYATA seperti Komunis, Sosialis sendiri bisa disandingkan dengan banyak idealisme kenegaraan lainnya. Contohnya Hitler dengan NAZI-nya (Nasionalis-Sosialis), Saddam Husein dengan partai Baath-nya (Sosialisme Agama, Baath dulu Sosialis yang menentang rezim sekuler Irak, akhirnya Baath mengusung Agama untuk menarik dukungan negara Arab, ketika Irak digempur oleh Pasukan Multinasional saat Perang Teluk), bahkan presiden Venezuela sekarang, Hugo Chaves serta Presiden Bolivia sekarang, Evo Morales merupakan Sosialis Nasionalis sejati. Gerakan Anti Imperialis Barat dan Amerika mereka membuat sebagian besar negara-negara Amerika Latin sekarang lebih memposisikan dirinya ke arah “kiri”.
Priya Purnama

www.lintas-copas.blogspot.com