Kamis, 20 Desember 2012

Kaya Itu Mulia, Kerja Itu Ibadah, Malas Dosa

Negeri China kini menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia. Transformasi ekonomi di negeri itu berlangsung sukses. Indonesia ingin meniru bagaimana negeri tirai bambu itu menyusun bangunan ekonomi, lalu mewujudkannya dalam kebijakan dan tindak pemerintah bersama segenap rakyatnya.

Tapi itu bukan mimpin yang mudah. Indonesia harus mengubah pola pikir (mindset), jika ingin mengikuti jejak perekonimian negeri itu.

"Modal utama proses transformasi China adalah perubahan mindset," kata Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung di Jakarta, Senin 20 Desember 2010.

Menurutnya, untuk memulai transformasi perekonomian, Indonesia harus dimulai dengan transformasi mindset. Dia mencontohkan, China sebagai negara sosialis komunis.

"Midset orang China diubah bahwa miskin bukan bagian dari sosialisme dan kaya adalah hak sosialis. Mindset mereka selama ini bahwa miskin identik dengan komunisme dan sosialisme telah berubah," kata Chairul.

Sikap inilah, Chairul menambahkan, yang harus diterapkan bangsa Indonesia. Negeri ini harus menjadi bangsa yang bekerja keras. Bangsa Indonesia, menurutnya, agak malas sedikit karena gemah repah loh jinawi. "Nggak kerja keras saja makan kok," ujarnya.

Chairul menambahkan bahwa kaya itu mulia, kerja keras itu ibadah, dan malas ialah dosa besar.

Menurutnya, angka pertumbuhan sebesar 6,4 persen di tahun 2011 memang tinggi, tapi tidak cukup tinggi untuk mensejahterakan bangsa. Untuk itu, kerja keras ketekunan, keuletan, dan lebih inovatif, kreatif agar perkonomian Indonesia bisa tumbuh lebih dari tujuh persen bahkan bisa lebih dari delapan persen.

Peran pemerintah nantinya dalam proses pertumbuhan ekonomi semakin lama akan mengecil dan akan diambil alih sektor. Usaha baik swasta, lokal, maupun asing ataupun BUMN. Kalangan dunia usaha diminta berlomba untuk berinvestasi lagi agar lebih menyerap banyak tenaga kerja.
vivanews.com

www.lintas-copas.blogspot.com