Selasa, 25 Desember 2012

Makanan dimars


ESA
Latihan melakukan aktivitas di lingkungan serupa permukaan Planet Mars menggunakan pakaian luar angkasa

Salah satu impian manusia adalah menjejakkan kaki di Mars dan membangun koloni di salah satu planet yang dipandang layak huni tersebut. Namun, dengan perjalanan ke Mars yang minimal ditempuh selama 6 bulan, misi ke Mars harus didukung dengan persediaan makanan yang pas dan tepat.


Ilmuwan dari Cornell University dan Universoity of Hawaii, Manoa, merencanakan penelitian untuk memecahkan persoalan makanan di Mars. Selain untuk mengetahui jenis makanan yang tepat, penelitian juga dilakukan agar astronot tak merasa bosan dengan menu makanan dalam perjalanan panjang tersebut.

Untuk melakukannya, akhir Mei ini ilmuwan dari dua universitas itu akan memilih 6 sukrelawan, dengan dua cadangan. Pada awal 2013, para sukarelawan akan diminta tinggal di wilayah terisolasi dan minim vegetasi di Big Island, Hawaii. Mereka diharuskan memakai spacesuit dan tentu saja tak boleh ke supermarket untuk membeli makanan.

Ilmuwan akan menggunakan ragam bahan makanan, makanan instan maupun yang dimasak di tempat. Mereka akan mengukur asupan nutrisi para sukarelawan selama 4 bulan. Dari penelitian ini, ilmuwan berharap dapat menyusun resep masakan dan tips memasak untuk misi Mars ke depan.

Pembukaan pendaftaran untuk menjadi sukarelawan masih akan dilakukan hingga akhir bulan Februari 2012. Untuk mendaftar, syaratnya harus sehat, tidak merokok, tidak pilih-pilih makanan, memiliki kemampuan penelitian di lapangan dan memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai. Tertarik? Buka manoa.hawaii.edu/hi-seas.

Tetapi, jangan harap langsung bisa pergi ke Mars. Sebab, meski NASA telah merencanakan pendaratan ke Mars pada tahun 2030, sejauh ini belum ada langkah riil. Justru, Barack Obama, Presiden Amerika serikat, memotong budget misi ke Mars. Kalau berhasil menjadi sukarelawan, setidaknya pernah hidup di lingkungan Mars palsu.

Ibitimes, Wired/kcm



www.lintas-copas.blogspot.com