Jumat, 14 Desember 2012

Orang Sukses Selalu Merangkul Pembencinya

Politik di kantor terjadi di semua organisasi. Anda tidak bisa menghindar atau menyangkalnya. Bahkan ketika Anda telah diangkat menjadi pemimpin pun, Anda masih bisa dijatuhkan akibat politik kantor. Karena itu, Anda perlu mengembangkan kemampuan politis untuk menghadapi realita di perusahaan Anda.

Bagaimana cara mengalahkan orang-orang yang menghembuskan rumor tidak sedap, atau menciptakan suasana yang merugikan Anda? Tanyalah pada orang-orang yang sukses.

Saat menghadapi orang-orang yang iri dengan kesuksesan mereka, orang sukses justru akan merengkuh pembenci mereka itu. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan diri menjadi sasaran rekan kerja yang dengki.

Soal iri hati itu sendiri, ada dua jenis yang berbeda: yang baik, dan yang jahat. Menurut sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Psychological Science, Niels van de Ven (Tilburg University) dan koleganya, Marcel Zeelenberg dan Rik Pieters, mendapati bahwa orang-orang dengan rasa iri yang baik akan termotivasi untuk memperbaiki diri mereka, sehingga mereka bisa menjadi seperti orang yang mereka cemburui. Sebaliknya, mereka yang punya rasa iri yang jahat itulah yang akan mencari-cari kesalahan Anda.

Teori ini tetap berlaku dalam kehidupan di luar kantor. Dalam percobaannya, van de Ven dan koleganya tadi mengatakan pada relawan bahwa mereka akan menerima reward senilai 5 euro. Sebagian di antara mereka diberitahu bahwa mereka telah memenangkan hadiah uang tunai karena telah mengerjakan tes dengan baik, sedangkan kelompok yang lain diberitahu bahwa uang itu menjadi hak mereka tanpa ada alasan khusus. Kemudian mereka diminta untuk menyisihkan waktu dan tenaga untuk memberikan nasihat pada orang yang dianggap punya potensi iri hati pada mereka. Mereka yang merasa menjadi sasaran iri hati yang jahat (yang mendapatkan uang tanpa alasan khusus tadi) cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk memberikan nasihat, daripada mereka yang diberitahu bahwa mereka mendapat uang sebagai bonus prestasi mereka.

Dalam konteks kehidupan di kantor, hasil percobaan ini menandakan bahwa rekan kerja Anda cenderung ingin memperbaiki performa mereka jika mereka berpikir bahwa Anda mendapat bonus karena kerja keras Anda. Tetapi kalau mereka berpikir Anda diangkat karena Anda memang mengejar promosi, menjilat atasan, atau hanya mencoba membuat performa Anda terlihat bagus, maka mereka lebih cenderung ingin menjatuhkan Anda.

Sayangnya, tidak dijelaskan apakah subjek percobaan ini pria atau wanita. Meskipun demikian, bisa dimengerti kalau rasa takut akan menjadi sasaran balas dendam dijadikan motivasi untuk memperlakukan rekan kerja dengan baik.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa pria akan membunuh musuh yang lemah, sedangkan perempuan membunuh lawan yang kuat. Bagi pria, melenyapkan seseorang yang lemah akan membuat mereka merasa lebih aman. Namun bagi wanita, yang cenderung bekerja secara individu ketimbang sebagai satu unit di tempat kerja, rasa aman akan ditemukan dengan menghilangkan ancaman, bukan membangun kekuatan. Pria menganggap kompetisi itu menguatkan, sedang perempuan cenderung menganggap satu sama lain agresif atau culas, karena menginginkan kesuksesan yang sama.

Lalu, bagaimana cara membungkam barisan iri hati di kantor ini? Kalau Anda mendadak menerima durian runtuh di kantor (entah itu uang, fasilitas, atau penghargaan), cobalah membagi rejeki tersebut pada yang lain. Misalnya, memesan pizza untuk seluruh departemen (atau setidaknya tim Anda) setelah Anda makan siang dengan atasan, lalu mengumumkan bahwa penghargaan itu diperoleh berkat kerjasama semua yang terlibat dalam projek. Jadi, Anda tidak menjadi satu-satunya orang yang dipuji dan diberi hadiah.
kompas.com

www.lintas-copas.blogspot.com