Selasa, 25 Desember 2012

Sayyid Abu Bakar Syata Makkah: Guru dan Spritual KH.A.Dahlan

13301524421023719591
Sayyid Abu Bakar seorang ulama besar yang bermukim di Makkah, sekaligus gurunya ulama-ulama berdarah Melayu, India, Pakistan, dan sebagian besar orang Makkah dan Madinah. Setiap santri asal Indonesia yang belajar di Makkah, pasti mengenal beliau. Beliau menjadi rujukan ulama-ulama Jawa, karena memang kemampuan ilmu dan ibadahnya benar-benar mumpuni. Beliau sangat terkenal di jagad ilmu agama, seperti; hadis, tafsir, serta fikih dan tasawuf. Nama lengkap beliau ialah Sayyid Bakri Ibnul `Arif billah As-Sayyid Muhammad Syata Al-Syafii. Tambahan Al-Syafii mengisyaratkan bahwa beliau adalah bermadhab Imam Syafii.

Beliau salah satu ulama besar bermadhab’ Syafi`i yang mengajar di Makkah (Masjidilharam) pada Masjidil pada awal abad ke XIV. Seorang ulama pada abada itu, tidak hanya pandai mengjar di Masjid, tetapi juga banyak menulis dan berkarya. Salah satu karya beliau ialah ‘’ “I’anatut Talibin Syarah Fathu al-Muin” kitab fikih madhab al-Syafii. Kitab ini sangat populer dikalangan santr-santri pondok pesantren di Indonesia, Malaysia, Brunai, dan Fatani (Thailand).

Santri-santri beliau sebagian besar berasal dari Jawa. Sebab, sebagian besar muslim jawa pada waktu itu biasanya setelah menunaikan ibadah haji tidak langsung pulan, tetapi memperdalam Ilmu agama di Makkah. Salah satu dari santri itu ialah Mohammad Darwis. Setelah menunaikan ibadah haji, dan ngaji di Makkah, Mohammad Darwis kemudian di ganti namanya oleh Sayyid Abu Bakar Shata denagn ‘’Ahmad Dahlan’’, hingga terkenal KH Ahmad Dahlan Sang pendiri Muhammadiyah. Secara umum guru-guru KH Ahmad Dahlan bemadhab Imam Syafii, wajar jika kemudian Buya Hamka ketika ditanya apa Madhabnya orang Indonesia, beliau menjawab ‘’Al-Syafii’’. Tidak heran jika para ulama dan tokoh Muhammadiyah selalu membaca Qunut setiap sholat subuh, karena madhabnya adalah Syafii.
tarbawi

www.lintas-copas.blogspot.com